Perawani Memek Mantanku

Posted on

Hipersex17 adalah situs blog yang memberikan sajian cerita dewasa 18+, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Dewasa Ngentot, Foto Bugil Terbaru, Foto Sex Tante, ABG, Memek Secara Terupdate dan selalu baru. Cerita Dewasa Terbaru 2018 – Cerita Sex Terbaru – Cerita Panas Terbaru – Cerita Mesum Terbaru – Foto Bugil Terbaru – Foto Cewek Hot Terbaru – Foto Mesum Terbaru – Cerita Sex Bolos Kuliah Demi Ngentot – dan Seputar Dewasa Terbaru 2018.

Cerita Seks Terbaru 2018 – Setelah Sebelumnya Ada  Cerita Sex Kuperkosa Atasanku Yang Montok   Dan Sekarang Ada Cerita Sex Perawani Memek Mantanku Selamat Membaca Dan Menikmati Cerita Seks Bergambar Yang Hota Dan Panas Di Jamin Seru Dan Akan Meningkatkan Nafsu Birahi Sek Anda…

 

 Cerita Dewasa Perawani Memek MantankuPerawani Memek Mantanku

Namanya Yuni Sulastri, anak cantik bintang SMA di kotanya. Gadis ini tinggi dan bertubuh aduhai sekali. Setiap mata pria yang memandangnya pasti langsung tertuju pada matanya yang indah dengan bulu mata yang lentik lalu turun kearah bibirnya yang memang sensual itu dan terakhir adalah pada buah dadanya yang cukup besar untuk ukuran anak SMA

Ujian akhir sudah dekat, dan gadis yang tergolong otaknya encer ini langsung mengikuti bimbingan belajar yang khusus dibuka saat Ujian Akhir Nasional tiba. Hasilnya pun tidak mengecewakan karena setelah pengumuman hasil ujian diberitakan, dia menempati urutan ke 15 dari SMAnya dan itu sudah tergolong sangat baik mengingat SMA tempat Yuni belajar adalah SMA favorit di kota itu.

“Hai Yun. Gimana hasil ujianmu? Pasti dapat peringkat yang tinggi yah?” Tanya seorang teman pria-nya.

Pemuda ini bertubuh kecil dan merupakan mantan dari Yuni, mereka pernah pacaran waktu masih SMP kelas dua dan putus setelah lulus SMP karena ketidak-cocokan dan terang saja pemuda ini tersingkir karena di SMA yang baru Yuni sudah menjadi kembang sekolah yang baru dan bahkan banyak kakak kelas yang rela berantem untuk memperebutkan cintanya. Gadis ini akhirnya menetapkan pilihannya pada seorang bernama Rendi setelah gonta-ganti pacar hingga dikelas tiga SMA, adapun nama dari mantannya adalah Asep.

Yuni hanya tersenyum kecut setelah tahu pemuda yang menyapanya barusan adalah mantan kekasihnya. Memang dia sangat tidak suka dengan pemuda ini karena sekarang pemuda yang dulunya simpatik ini telah berubah menjadi seorang pemabuk yang tidak jelas masa depannya lagi, walaupun sebenarnya dia berasal dari keluarga yang berada.

Asep tertunduk menahan sakit hati dan malu ketika pertanyaannya tidak dijawab oleh Yuni dan bahkan gadis ini ngeloyor pergi tanpa peduli dengan perasaan temannya itu. Gadis cantik namun sedikit congkak walaupun dia punya alasan untuk itu.

Yuni berjalan mendekati kerumunan anak lelaki dan langsung menuju kesamping Rendi, kekasihnya. Beberapa teman pemuda itu bersiul-siul menggoda, Rendi tahu kalau sebenarnya teman-temannya itu selalu bermimpi bisa berpacaran dengan kekasihnya sekarang ini, mereka pasti memikirkan bagaimana bentuk tubuh gadis cantik itu saat telanjang. Segala pikiran kotor seolah dibenarkan dengan cara para anak lelaki itu menatap pantat, perut dan bahkan buah dada Yuni yang sudah tumbuh itu.

“Gimana rencana buat perpisahan sama teman-teman?” Tanya Yuni kepada Rendi, dan pemuda ini memberikan kode kepada salah satu temannya untuk bicara.

“Jangan khawatir, semua udah kita urus kok cantik. Kita bakalan ajak pacar kita masing-masing untuk bernostalgia sekaligus piknik di hutan wisata diluar kota.” Sahut salah seorang teman Rendi yang bernama Rino. Rino ini berbadan gemuk dan tidak begitu tinggi namun walaupun begitu dia adalah anak seorang pengusaha yang lumayan sukses.

“Kamu bisa ikut kan Lan?” Tanya Rendi kepada gadis cantik itu, dan Yuni menjawabnya dengan anggukan gembira.

Dia teringat dengan perkataan Rendi bahwa dia akan mendapatkan kejutan pada acara perpisahan dengan teman-teman kumpulnya selama ini. Dia selalu menebak-nebak apa yang akan diberikan pemuda ini kepadanya.

Akhirnya hari yang ditentukan untuk acara perpisahan datang juga. Sabtu siang Rendi, Yuni dan 3 pasang anak SMA yang lain berangkat untuk menuju keluar kota, ke sebuah hutan wisata yang letaknya tidak begitu jauh dari batas kota. Dalam waktu kurang dari setengah jam mereka tiba di kawasan hutan lindung itu dan segera saja mereka menyusuri jalan kecil yang membelah hutan itu untuk menemukan lokasi yang sesuai untuk berkumpul. Akhirnya setelah beberapa saat mencari, Rino memberikan komando bahwa dia telah menemukan spot yang asyik untuk mereka berdelapan.

“Kok lewat jalan kecil?” Tanya Yuni ketika Rendi melajukan sepeda motornya menembus rimbunnya hutan dengan sepeda motor miliknya dan melewati jalan setapak yang belum diaspal, jalan ini lebih kecil dibandingkan dengan jalan utama yang membelah hutan yang barusan mereka lewati.

Rendi memperlambat laju kendaraan bermotornya dan akhirnya berhenti ketika Rino dan temannya yang lain juga berhenti. Mereka telah tiba di daerah perbatasan antara hutan dengan perkebunan strawberry dan perkebunan kajuput (bahan pembuat minyak kayu putih). Dari kejauhan tampak sungai membelah kawasan hutan itu dan hanya di hubungkan dengan sebuah jembaan kecil yang hanya mampu dilewati satu sepeda motor secara bergantian saja.

Lokasi ini cukup datar dan semaknya sedikit dimana terdapat dua gazebo tua yang tak terawat yang dulunya diperuntukkan sebagai lokasi peristirahatan wisata namun karena anggaran pemerintah kota tidak mencukupi maka proyek dihentikan sementara gazebo dan perlengkapan lainnya ditinggal begitu saja tanpa diurus sehingga sekarang terlihat tak terawat padahan gazebo itu cukup besar dan nyaman.

Di tiang-tiang gazebo ini terdapat coretan tangan-tangan jahil yang kebanyakan adalah anak sekolah yang dulunya menggunakan tempat itu untuk indehoy bersama dengan pasangannya masing-masing. Tapi sepertinya Yuni belum paham dengan situasi tempat itu dan maih adem ayem saja.

“Disini yah?” tanyanya lagi kepada kekasihnya dan Rendi mengangguk lalu mengajak Yuni untuk menuju kesebuah gazebo dan membersihkan kursi dari semen yang kotor akan daun-daunan itu sehingga mereka dapat duduk disana.

“Kamu cantik sekali hari ini sayang.” Perkataan manis itu meluncur begitu saja dari mulut Rendi yang sedetik kemudian dia merangkul Yuni dan memangkunya dipahanya. Sementara Yuni tidak berusaha untuk melepaskan dekapan Rendi dari belakang walaupun dalam hati dia malu tapi dia juga mau.

“Kita mau apa sih sebenarnya kemari? Nggak ada apa-apa disini sayang.” Ucap Yuni memecah kebuntuan pembicaraan antara mereka berdua.

Rendi yang asyik membelai-belai rambut gadis cantik ini kemudian menjawabnya, “Aku ingin berdua saja denganmu, lagipula nanti kalau kamu memutuskan untuk kuliah, aku kan susah untuk ketemu kamu lagi karena ayahku tidak memiliki biaya untuk mengantarkan aku ke jenjang mahasiswa.

Lihat saja Rino dan Agung, mereka juga berperasaan sama denganku. Rino akan disuruh kuliah diluar kota sementara Agung udah didaftarkan ke sebuah institut terkenal di Jogja. Kita nggak akan ketemu lagi dalam waktu yang lama sayang. Aku cuma ingin untuk melepaskan waktu-waktu terakhir kita sebagai orang bebas. Kamu mau kan?” rajuk pemuda ini kepada Yuni dan gadis ini tersenyum lalu mengangguk. Dalam hati Yuni, dia sangat yakin bahwa kekasihnya ini benar-benar mencintainya.

Hari mulai sore dan matahari mulai memerah pertanda akan segera tenggelam. Seolah tidak rela dengan kepergian sang mentari, Yuni memeluk kedua tangan Rendi yang kali ini masih merangkulnya dari belakang. Seolah tahu kalau gadisnya itu masih ingin berdua saja dengannya, Rendi menyuruh teman-temannya untuk pergi terlebih dahulu ketika mereka mengajak Rendi dan Yuni untuk pulang. Sekarang tinggal berdua sendiri ditengan hutan wisata itu.

“Aku tidak ingin berpisah denganmu bidadariku.” Rendi membisikkan kata-kata itu sembari mendekatkan bibirnya kearaha telinga Yuni dan sedetik kemudian dia mengecup pipi dan leher Yuni lembut.

Gadis ini menoleh ke belakang untuk mengatakan sesuatu tetapi langsung dibungkam mulutnya dengan ciuman mesra dari Rendi. Ciuman pertamanya dalam sejarah hidup seorang Yuni. Entah karena terbawa oleh situasi yang sejuk dan sepi, Yuni membalas ciuman Rendi itu dengan tak kalah mesranya dan dengan posisi masih dipangku kekasihnya dan membelakangi Rendi, Yuni tak lepaskan ciuman pacarnya itu.

Jemari nakal Rendi mulai meraba-raba payudara Yuni yang masih terbungkus baju sekolah itu dan satu persatu kancing bajunya mulai terbuka hingga sekarang baju sekolah itu terbuka lebar mempertontonkan payudara putih Yuni yang dibalut dengan bra warna krem. Seperti tersihir saja, Yuni sepertinya tidak sadar bahwa sekarang buah dadanya nyaris telanjang.

Merasa mendapatkan lampu hijau, Rendi lalu mengarahkan tangannya yang sudah mulai lebih nakal itu kearah punggung Yuni dan melepaskan kaitan bra gadis cantik itu sehingga dengan mudah sekarang Rendi dapat menguak bra milik pacarnya itu keatas dan sekarang terlihat sudah payudara Yuni tanpa penutup apapun lagi. Ini adalah kali pertamanya bagi Yuni menunjukkan buah dadanya didepan pemuda yang bukan keluarganya.

Sembari kedua mulut pasangan itu saling berpagutan satu sama lain, kedua tangan Rendi mulai menjelajahi bukit kembar gadis ini untuk mendapatkan kepuasan sebagai seorang pria. Buah dada ranum milik Yuni diremasnya berulang-ulang hingga kedua putingnya mengeras. Dan tak hanya itu saja, pemuda ini juga memilin-milin puting Yuni dengan gemasnya hingga sesekali gadis ini harus menghentikan ciumannya untuk mendesah, entah karena rasa sakit ataupun rasa nikmat yang tiada tara.

“Aaachh… Rendi, udah! Aku nggak mau nanti kita kebablasan.” Seru Yuni mencergah tangan Rendi yang menyelusupi pahanya dari balik rok seragam abu-abunya.

Namun Rendi tak peduli dan menepiskan tangan Yuni yang mencekal tangannya dan langsung mengarahkan ke pangkal paha gadisnya itu sehingga menyentuh bagian vital Yuni yang masih terbungkus celana dalam warna putih itu. Bagian vital yang belum pernah dia tunjukkan kepada siapapun juga bahkan kepada kekasihnya yang terdahulu.

Jemari Rendi merasakan adanya cairan yang membasahi celana dalam kekasihnya itu. Walaupun masih perawan tetapi Yuni tetaplah seorang gadis normal biasa yang tidak bisa menahan godaan sensasi apabila terus dirangsang habis-habisan oleh pacarnya. Sekarang vagina gadis cantik ini sudah basah akan cairan kewanitaannya sendiri. Yuni sadar bahwa dia sudah melangkah terlalu jauh dan berusaha untuk membebaskan dirinya dari rangkulan Rendi namun gagal karena Rendi sudah tidak dapat lagi melepaskan momen yang ditunggu-tunggunya selama ini.

Dengan setengah memaksa, pemuda ini melepaskan bra dan baju seragam SMA yang dikenakan oleh Yuni dari arah belakang lalu membuangnya jauh-jauh agar tidak dapat direbut lagi oleh Yuni. Rasa malu pun mendera wajah Yuni yang sekarang berubah merah padam melihat dirinya sekarang nyaris telanjang dengan payudara yang menggelantung bebas walaupun dia berusaha menutupinya dengan menyilangkan kedua lengannya tetapi tetap saja pandangan mata liar Rendi dapat menembus sela-sela lipatan tangan itu.

Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2016, Cerita Dewasa Terbaru 2018, Dan Lain-lain.

Demikian cerita sex ini, selalu ikuti cerita-cerita sex yang lainya ya guest, tentunya bakal makin seru, makin Hot dan yang pasti bikin kamu horny guest.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *